Bersiap web ini ada yang baca (selain saya)

Sebetulnya niat awal saya membuat laman pribadi untuk mendokumentasikan kejadian-kejadian yang saya alami, pendapat yang mungkin telah tersampaikan atau ingin saya garisbawahi, atau mungkin beberapa pendapat yang cuma masih pemikiran saya saja (belum ada yang tahu) agar bisa dibaca ulang atau suatu saat bisa saya lihat-lihat lagi atau saya ketawain kalo lagi bosen alias ga ada kerjaan.

tapi kemudian saya berfikir, siapa tahu laman pribadi ini bisa juga menjadi bermanfaat untuk orang lain, walaupun saya harus menekankan mohon pembaca pilih-pilih ya yang mana yang menurut anda baik yang mana yang tidak.

dan mungkin jika ada yang membaca, saya menjadi lebih semangat menulis, lebih rutin menulis dan berbagi pengalaman, dan laman ini menjadi lebih terurus.

alhasil….

taraaaaaa

akhirnya saya memutuskan, bismillah, saya ingin coba lebih terbuka lagi kalo saya punya laman pribadi hahaha

ini nih buktinya

bukti publikasi laman pribadi haha

26 juni 2016 pukul 11.20 status line saya berubah haha, kalo ada yang sampe bisa buka laman ini berarti mungkin dia nyari di google laman pribadi saya alamatnya apa (geer abis si dhila, emang bakal ada yang nyari :P)

btw, kalo ga setuju sama tulisan saya mah santai aja, bilang aja ya bisa via line, WA, atau ngomong langsung, saya juga terbuka masukan dari orang-orang, mungkin kita bisa diskusi lebih lanjut 🙂

Rindu

Tidak terasa, 10 hari terakhir bulan Ramadhan tahun ini tiba…

ah, rasanya amalan saya masih sangat kurang dan naik turun

alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk sampai di 10 hari terakhir ini, artinya, masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki amalan-amalan yang belum maksimal…

suatu malam di masjid, saya rindu, rindu sekali dengan suasana IC, rindu dengan suara adzannya, rindu dengan bacaan sholat imam nya, rindu dengan tilawah Al-Qur’an yang selalu berkumandang lewat pengeras suara di masjid, di sepanjang jalan setapak, dan di dalam asrama. Rindu dengan suasana dimana membaca Al-Qur’an kapanpun dan dimanapun menjadi hal yang sangat biasa, rindu dengan hal-hal kecil yang bisa memotivasi diri menjadi pribadi yang lebik baik, rindu dengan suasana orang-orang yang berlomba-lomba melakukan kebaikan…

Terimakasih Ya Allah, karena telah memberikan kesempatan untuk bertemu orang-orang yang luar biasa…

 

 

The Beauty

beauty_face-1456083

Sumber : http://www.google.com (keyword: beauty)

Isi dari tulisan ini sebagian besar terinspirasi dari kuliah dan presentasi teman saya yang berjudul sama seperti judul tulisan ini.

Cantik dan tampan. Siapa sih di dunia ini yang tidak ingin menjadi cantik dan tampan? Setiap orang setidaknya sekali dalam hidupnya pasti ingin dibilang cantik atau tampan, apakah dia seorang selebritis, seorang model, bahkan seorang alim sekalipun.

Tapi apakah sebetulnya cantik itu? Bagaimana seseorang dikatakan orang yang tampan? Apakah yang berhidung mancung, pesek, setengah mancung setengah pesek, mancung 5 cm, mancung 10 cm? Berkulit putih seperti chelsea olivia, hitam manis seperti anggun c sasmi, atau seperti oprah winfrey?

Berdasarkan diskusi saat saya kuliah, cantik adalah sebuah konstruksi sosial. Image cantik adalah sebuah pandangan yang terbentuk dari lingkungan sosial kita. Yang dikatakan cantik disini mungkin saja berbeda dengan yang dikatakan cantik disana. Cantik menurut orang indonesia bisa jadi tidak cantik menurut orang eropa. Sama seperti cantik menurut si ini belum tentu cantik menurut si itu. Dan anggapan cantik atau tampan juga akan mengalami perubahan dinamis seiring berjalannya waktu. Cantiknya era 70 an mungkin berbeda dengan cantik di era 90an. Cantik adalah subjektif.

Karena pembahasan cantik ini akan terlalu luas berdasarkan sosial nya masing-masing, mari kita kerucutkan di lingkungan kita saja, Indonesia.

Trend nya saat ini (karena saya merupakan generasi 90an, dalam tulisan saya akan menghubungkan dengan jaman saya :P), karena banyak yang sedang demam korea, seseorang dikatakan cantik atau tampan jika punya wajah oval, kulit putih, tidak ada jerawat di wajah, kutilang (kurus tinggi langsing), hidung mancung, dan tidak ada lemak berlebih di wajah. Ini memang anggapan physically.

Maka, saat ini klinik-klinik kecantikan sangat menjamur dan semakin berkembang apalagi di kawasan per-kampus-an. Dulu, akses klinik kecantikan ini mungkin tidak bisa didapatkan oleh orang-orang sebanyak jaman sekarang. Dulu klinik kecantikan ini mungkin hanya bisa diakses oleh orang-orang high-class atau orang-orang yang memang job nya sangat physical. Tapi saat ini klinik-klinik ini sudah dapat diakses oleh lebih banyak orang. Bahkan mahasiswa (yang notabene nya duitnya pas2an) sudah mendominasi sebagai customer klinik-klinik kecantikan di sekitar kampus. Tidak heran, semakin hari semakin banyak klinik kecantikan yang tumbuh di sekitaran kampus.

Seperti misteri telur dan ayam, klinik kecantikan ini juga sulit ditelusuri apakah didahului oleh kebutuhan pasar atau adanya klinik ini yang mendorong kebutuhan konsumen?

Orang-orang yang dulu merasa asing dengan klinik kecantikan, saat ini malah merasa kurang jika belum pernah ke klinik kecantikan. Dulu yang merasa tidak butuh, sekarang melakukan perawatan di klinik mungkin sudah dimasukkan ke anggaran bulanan. Kalau sudah ada klinik kecantikan seperti ini, what you wanna do is your own right.

Sayangnya, terkadang kita lupa bahwa setiap trend yang berkembang di masyarakat, pasti memiliki akibat untuk masyarakat itu sendiri, baik itu akibat negatif atau positif. Berkembangnya klinik kecantikan dan berbondong-bondongnya orang untuk perawatan di klinik tersebut akan membuat image cantik yang baru. Orang-orang ingin menjadi cantik seperti itu. Akan tetapi tidak semua orang bisa mengakses klinik tersebut. Ya, memang melakukan perawatan membutuhkan extra cost yang harus kita sisihkan. Dan inilah yang akan membuat gap yang besar antara yang mampu perawatan dan tidak mampu perawatan.

Untungnya, dalam hal kecantikan ini Indonesia belum seperti sebuah negara di suatu belahan dunia yang lain. Di negara tersebut, mayoritas pekerjaan menuntut calon pegawainya untuk cantik secara fisik (menurut konstruksi sosial mereka). Kesempatan pada orang yang cantik secara fisik ini akan lebih besar dibanding yang lain. Kalau sudah seperti ini, maka gap yang ada pun akan semakin besar. Logikanya, akan terbentuk 2 golongan seperti ini (hanya berdasarkan asumsi saya) :

  1. Orang yang mampu -> perawatan rutin -> cantik -> mudah mendapatkan pekerjaan dan naik tingkat -> penghasilan bertambah -> budget untuk perawatan bertambah -> perawatan yang lebih advance -> dst.
  2. Orang yang tidak mampu -> tidak bisa perawatan -> kalah dalam persaingan mendapatkan pekerjaan -> tidak punya kerja -> tidak ada penghasilan -> jangankan perawatan, kebutuhan primer pun sulit dipenuhi -> dst.

Akibatnya, yang kaya akan semakin kaya, yang miskin akan semakin miskin. Dan bukan suatu hal yang mustahil di Indonesia suatu saat nanti trend nya akan bergeser seperti ini. Dan kita bisa jadi menjadi salah satu yang berperan dalam keadaan ini.

Sosial media, tayangan di televisi, dan obrolan sehari-hari kita juga mungkin saja berperan banyak dalam membentuk image ‘cantik’ saat ini. Ya, mungkin kita harus lebih sering mengingat-ingat bahwa cantik secara fisik belum tentu akan membuat hidup kita bahagia. Cantik secara fisik belum tentu akan selalu membawa kebaikan setiap saat. Cantik yang lebih indah adalah cantik dalam segala perbuatan kita, kalau bahasa kerennya inner beauty 😛

Selamat membangun kecantikan dari dalam diri masing-masing guys! Buat abang-abangnya juga, selamat membangun ketampanan dari dalam diri masing-masing!

Di penghujung tahun dan menjelang ujian.

Yogyakarta, 30 Desember 2015

 

Moving

Hai!

Posting pertama di laman pribadi saya yang kedua. Bukan tanpa alasan saya akhirnya membuat akun baru dan memilih wordpress sebagai domain laman pribadi yang kedua.

Cerita singkatnya setelah lama tidak membuka tumblr, saya ganti gadget, bersamaan dengan saran tumblr untuk mengganti password akun saya, dan saya lupa password email rujukan, akhirnya tumblr yang lama saya tidak bisa dibuka lagi *hiks hiks*. Padahal ada beberapa tulisan yang beberapa waktu lalu saya buat dan tersimpan di laptop saya.

Harapan saya ga muluk-muluk, semoga laman pribadi yang kedua ini lebih terurus dan lebih sering jadi tempat berbagi cerita