Hello Sydney #4 (City of Sydney)

Saya tinggal bukan di tengah kota Sydney. Westmead Hospital berada di bagian barat Kota Sydney. Membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dengan kereta untuk sampai di City Center. City Center Sydney adalah lokasi tujuan wisata para turis karena memang disana banyak sekali objek wisata yang touristy seperti Sydney Opera House, Sydney Bridge, Darling Harbour, dan masih banyak lagi. Selama hampir 3 minggu saya berada disini, saya sudah berkali-kali mengunjungi City Centre. Tetapi tetap saja masih ada tempat-tempat yang belum saya datangi karena lokasinya memang ada yang tidak berdekatan dan takes time karena saya berjalan kaki.

Pusat kota ini menurut saya cukup terawat. Saya dan Galuh bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk berjalan dan menikmati pemandangan yang indah. Berjalan kaki disini walaupun seharian tidak terasa lelah dan aneh. Karena sepanjang perjalanan udara yang berhembus sangat sejuk, tidak banyak polusi udara dari kendaraan, dan pemandangan yang dilihat sangat menyegarkan mata. Juga tidak terasa aneh karena bukan hanya kami yang berjalan kaki berjam-jam, banyak orang-orang yang lalu lalang berjalan kaki baik untuk berwisata, pulang kerja, pulang sekolah, dan lain sebagainya.

IMG_20170729_135455_BURST16
Bersama orang-orang yang berjalan kaki

Kami mengunjungi Sydney Opera House pertama kalinya saat hari kedua kami disini. Kami berhenti di Central Station dan berjalan kaki (mengikuti petunjuk dari Google Map) menuju kesana. Yang belakangan kami tahu bahwa cukup jauh jika kami berhenti di Central Station dan seharusnya berhenti di Circular Quay atau Wynyard Station. Tapi saat itu kami sangat menikmati pejalanan (maklum lah jarang liat yang seger-seger di tengah kota di Indonesia wkwk).

Kami melewati Town Hall, George St.,  Darling Harbour, dan sebuah taman indah yang belakangan kita ketahui bahwa itu Barangaroo.

IMG_20170815_164202_HDR
Pemandangan dari Barangaroo. Bisa menikmati sunset sambil duduk2 di bebatuan ini dengan backsound deburan suara ombak. Suka!
IMG_20170729_125942_HDR
Central Station
IMG_20170729_135054
Darling Harbour
IMG_20170729_170803_HHT
Yeay! akhirnya sampai di Opera House

Satu hal yang saya sangat suka di Kota Sydney ini adalah tidak banyak sampah bertebaran. Jarang sekali saya lihat cleaner yang membersihkan sampah, menyapu, atau membersihkan toilet. Dan tetap saja tidak banyak sampah yang bertebaran.

Royal Botanic Garden

Ini adalah salah satu taman favorit saya dan Galuh. Kami berkali-kali menghabiskan sore di tempat ini. Taman ini adalah taman terbesar di kota Sydney yang letaknya tidak jauh dari Sydney Opera House. Tidak dikenakan biaya masuk untuk menikmati taman ini. Di dalamnya terdapat banyak tanaman-tanaman dari berbagai belahan dunia. Orang-orang banyak yang menikmati taman sambil duduk-duduk di rumput atau menggelar alas untuk piknik. Tempat ini juga menjadi tempat favorit untuk menikmati sunset. Taman ini juga bersih. Di dalamnya ada toko yang menjual berbagai macam bibit dan produk dari tanaman-tanaman yang ada di taman ini.

IMG_20170826_161605_HDR
Royal Botanic Garden (lihat bunga seger-seger bikin refreshing mata!)
PANO_20170826_162852
Royal Botanic Garden
IMG_20170806_170534_HDR
Burung-burung seperti ini ada dimana-mana!
IMG_20170826_164456_HDR
Lihat sunset dari Royal Botanic Garden
Advertisements

Hello Sydney! #3 (Indonesia ngga kalah bagus!)

For the first time saya melakukan perjalanan ke luar negeri. Jadi seperti for the first time hal-hal lainnya, jiwa-jiwa norak saya muncul.

Saya berangkat dari Yogyakarta dengan maskapai Garuda Indonesia (Alhamdulillah dibeliin garuda hehe) menuju Sydney dengan transit terlebih dahulu di Jakarta. Berangkat dari Yogyakarta selepas isya (karena pesawat delay). Sampailah saya di bandara Soekarno-Hatta atau yang lebih gampang disebut Cengkareng ini. Saya menuju terminal 3 untuk keberangkatan selanjutnya. Dan WOWW bandaranya bagus banget!

Di terminal 3 ini tidak penuh sesak orang berlalu lalang, banyak saya lihat warga negara asing disini. Tapi saya ga ketemu artis (lah terus kenapa wkwk). Sepertinya terminal 3 ini baru di renovasi dan saat saya kesana kemarin masih kinclong.

Saya, yang biasanya ga sering selfie akhirnya selfie-selfie juga disini. Tapi memang karena niat saya ingin mendokumentasikan setiap perjalanan ke Sydney ini sih jadi saya keluarkan tongsis (terimakasih Vilah yang sudah mengingatkan saya untuk membawa tongsis dan beli pas beberapa jam sebelum berangkat hahaha *untung deket rumah*). Yaaa kapan lagi coba saya bisa ke Sydney 😛

Pesawat kami yang kedua juga delay. Kami baru brangkat dari Cengkareng pukul 01.00. Kami menunggu sekitar 3 jam sejak tiba di Jakarta. Dan emang dasar saya orangnya suka kelaparan kalo ga makan nasi, saya makan dulu (harganya mahal sih di bandara) dan bisa tidur dimana saja, saya ketiduran di ruang tunggu 😛

Kami berangkat dari Cengkareng dengan pesawat jenis Airbus (yang dari Jogja Boeing). Tapi masih ga bisa bedain sih yang jenis airbus yang mana *ga terlalu merhatiin*. Perjalanan menuju Sydney berlangsung 7 jam (15 menitnya muter di barat bandara Kingsford Smith Sydney gara-gara bandaranya traffic saking banyaknya pesawat yang mau mendarat). Alhamdulillah saya ga kelaparan lagi di pesawat karena makanan datang silih berganti hehehe.

Bandara Kingsford Smith cukup besar, tapi sepertinya lebih luas Cengkareng *atau saya yang kurang explore*. Kami berdua dijemput oleh pihak University of Sydney dan diantarkan ke Westmead Hospital. Sambutan mereka sangat hangat walaupun mereka menunggu lama karena pesawatnya delay T_T. Kami juga ditemani untuk membeli kartu SIM di bandara agar HP bisa segera digunakan.

Meluncurlah kami ke Westmead Hospital.

Westmead adalah nama sebuah daerah di Sydney, bagian dari Parramatta, yang terletak di sebelah barat dari bandara dan City Center. Dan Westmead ini adalah rumah sakit pemerintah di daerah tersebut (sejenis RSUD lah kalo di Indonesia).

Kami diantarkan untuk mengambil kunci kamar dan diajak quick tour di student accomodationnya tersebut.

Kalau dibandingkan dengan student accomodation di Indonesia, disini nyaman pake banget. Karena semua fasilitas basic sudah ada seperti kasur, meja belajar, lemari, lampu meja belajar, cermin, hanger, handuk, selimut, seprai, bantal, AC. Sedangkan fasilitas bersamanya tersedia kamar mandi, dapur (beserta peralatannya dan kulkas), mesin cuci, living room, TV, dan tempat seterika, wifi. Dan semua air bisa panas dan dingin. Jadi untuk kebutuhan dasar disini sudah terpenuhi. Ternyata kemudian saya mengetahui untuk ukuran orang sini harga student accomodation di Westmead sangat murah (kalo di Indonesia udah dapet kos eksklusif padahal :P). Harganya $50 per minggu.

PANO_20170728_144837
Ini dia kamar saya. Sengaja difoto sebelum berantakan hahaha

Selain itu yang mau saya highlight disini adalah tentang toiletnya. Ternyata saudara-saudara ga perlu berkecil hati kondisi pertoiletan di Indonesia itu sudah cukup bersih. Disini karena kebanyakan orang make nya tisu, ga pake air, tisu-tisu tersebut bisa bertebaran kemana-mana. Dan maka dari itu saya yang agak toilet problem, sampai saat ini belum pernah buang air kecil di tempat umum (kalo ngga kepepet saya lebih prefer nunggu balik ke asrama baru buang air di toilet asrama). Kalau di Indonesia, mayoritas di tempat-tempat umum seperti stasiun, bandara, pusat kota, dsb itu bersih. Ternyata Indonesia ngga kalah bagus untuk hal yang satu ini. Sebenernya pengen sih nampilin salah satu contoh toilet yang sempet saya foto, tapi ngga usah deh heheheh.

Tapi teringat, salah satu teman saya pernah cerita waktu dia ke Jerman dia juga sama kayak saya karena ga tahan dengan toilet tanpa air. Dia kena ISK (infeksi saluran kemih) pas pulang ke Indonesia L. Jadi hati-hati juga. Semoga ngga yaa…