Hello Sydney! #3 (Indonesia ngga kalah bagus!)

For the first time saya melakukan perjalanan ke luar negeri. Jadi seperti for the first time hal-hal lainnya, jiwa-jiwa norak saya muncul.

Saya berangkat dari Yogyakarta dengan maskapai Garuda Indonesia (Alhamdulillah dibeliin garuda hehe) menuju Sydney dengan transit terlebih dahulu di Jakarta. Berangkat dari Yogyakarta selepas isya (karena pesawat delay). Sampailah saya di bandara Soekarno-Hatta atau yang lebih gampang disebut Cengkareng ini. Saya menuju terminal 3 untuk keberangkatan selanjutnya. Dan WOWW bandaranya bagus banget!

Di terminal 3 ini tidak penuh sesak orang berlalu lalang, banyak saya lihat warga negara asing disini. Tapi saya ga ketemu artis (lah terus kenapa wkwk). Sepertinya terminal 3 ini baru di renovasi dan saat saya kesana kemarin masih kinclong.

Saya, yang biasanya ga sering selfie akhirnya selfie-selfie juga disini. Tapi memang karena niat saya ingin mendokumentasikan setiap perjalanan ke Sydney ini sih jadi saya keluarkan tongsis (terimakasih Vilah yang sudah mengingatkan saya untuk membawa tongsis dan beli pas beberapa jam sebelum berangkat hahaha *untung deket rumah*). Yaaa kapan lagi coba saya bisa ke Sydney 😛

Pesawat kami yang kedua juga delay. Kami baru brangkat dari Cengkareng pukul 01.00. Kami menunggu sekitar 3 jam sejak tiba di Jakarta. Dan emang dasar saya orangnya suka kelaparan kalo ga makan nasi, saya makan dulu (harganya mahal sih di bandara) dan bisa tidur dimana saja, saya ketiduran di ruang tunggu 😛

Kami berangkat dari Cengkareng dengan pesawat jenis Airbus (yang dari Jogja Boeing). Tapi masih ga bisa bedain sih yang jenis airbus yang mana *ga terlalu merhatiin*. Perjalanan menuju Sydney berlangsung 7 jam (15 menitnya muter di barat bandara Kingsford Smith Sydney gara-gara bandaranya traffic saking banyaknya pesawat yang mau mendarat). Alhamdulillah saya ga kelaparan lagi di pesawat karena makanan datang silih berganti hehehe.

Bandara Kingsford Smith cukup besar, tapi sepertinya lebih luas Cengkareng *atau saya yang kurang explore*. Kami berdua dijemput oleh pihak University of Sydney dan diantarkan ke Westmead Hospital. Sambutan mereka sangat hangat walaupun mereka menunggu lama karena pesawatnya delay T_T. Kami juga ditemani untuk membeli kartu SIM di bandara agar HP bisa segera digunakan.

Meluncurlah kami ke Westmead Hospital.

Westmead adalah nama sebuah daerah di Sydney, bagian dari Parramatta, yang terletak di sebelah barat dari bandara dan City Center. Dan Westmead ini adalah rumah sakit pemerintah di daerah tersebut (sejenis RSUD lah kalo di Indonesia).

Kami diantarkan untuk mengambil kunci kamar dan diajak quick tour di student accomodationnya tersebut.

Kalau dibandingkan dengan student accomodation di Indonesia, disini nyaman pake banget. Karena semua fasilitas basic sudah ada seperti kasur, meja belajar, lemari, lampu meja belajar, cermin, hanger, handuk, selimut, seprai, bantal, AC. Sedangkan fasilitas bersamanya tersedia kamar mandi, dapur (beserta peralatannya dan kulkas), mesin cuci, living room, TV, dan tempat seterika, wifi. Dan semua air bisa panas dan dingin. Jadi untuk kebutuhan dasar disini sudah terpenuhi. Ternyata kemudian saya mengetahui untuk ukuran orang sini harga student accomodation di Westmead sangat murah (kalo di Indonesia udah dapet kos eksklusif padahal :P). Harganya $50 per minggu.

PANO_20170728_144837
Ini dia kamar saya. Sengaja difoto sebelum berantakan hahaha

Selain itu yang mau saya highlight disini adalah tentang toiletnya. Ternyata saudara-saudara ga perlu berkecil hati kondisi pertoiletan di Indonesia itu sudah cukup bersih. Disini karena kebanyakan orang make nya tisu, ga pake air, tisu-tisu tersebut bisa bertebaran kemana-mana. Dan maka dari itu saya yang agak toilet problem, sampai saat ini belum pernah buang air kecil di tempat umum (kalo ngga kepepet saya lebih prefer nunggu balik ke asrama baru buang air di toilet asrama). Kalau di Indonesia, mayoritas di tempat-tempat umum seperti stasiun, bandara, pusat kota, dsb itu bersih. Ternyata Indonesia ngga kalah bagus untuk hal yang satu ini. Sebenernya pengen sih nampilin salah satu contoh toilet yang sempet saya foto, tapi ngga usah deh heheheh.

Tapi teringat, salah satu teman saya pernah cerita waktu dia ke Jerman dia juga sama kayak saya karena ga tahan dengan toilet tanpa air. Dia kena ISK (infeksi saluran kemih) pas pulang ke Indonesia L. Jadi hati-hati juga. Semoga ngga yaa…