Untuk ibadah

“Niatkan untuk ibadah”

Itu kata-kata yang mulai sering saya dengar sejak SMA. Saat itu saya bingung. Tidak terbayang bagaimana belajar yang diniatkan untuk ibadah. Karena sejak dulu saya belajar ya seperti memenuhi kewajiban anak sekolah. Masih sering terlintas belajar untuk mencari nilai. Biar nanti nilai di rapot bagus dan bisa masuk jurusan yang diinginkan. Jadi orang sukses. Seperti itulah mindset saya saat itu.

Kata-kata yang tidak saya mengerti bagaimana mengaplikasikannya. 

Tapi sebetulnya sayapun ingin meniatkan untuk ibadah. Yang saya yakini dulu, itu pasti sesuatu yang baik. Akhirnya setiap mau belajar atau sekolah yang bisa saya lakukan adalah mengucapkan secara lisan ‘saya niat belajar untuk ibadah Ya Allah…”

Semoga masih bernilai pahala yaa :”

Saat ini, di usia saya yang menjelang 23 ini, (semoga) lebih mengerti makna sesungguhnya belajar dan melakukan sesuatu yang lainnya untuk ibadah itu seperti apa. Saya tidak lagi selalu memasang target harus nilai bagus, harus seperti ini dan seperti itu. Hanya berharap semoga setiap apa yang saya lakukan diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin

Menakar

Tidak semua hal dalam hidup ini bisa ditakar

Tidak semua hal dalam semua urusan perlu ditakar

Adakalanya, ukuran kita tidak sama dengan ukuran orang lain

Kita hanya perlu mengerti bahwa setiap kita punya kekurangan

Kita hanya perlu memahami dan menyikapi sesuai keistimewaannya masing-masing

 

Adakalanya, tidak semua hal bisa kita paksakan seperti apa yang kita mau

Karena tidak setiap dari kita berada dalam satu tubuh yang sama

Adakalanya, kita tidak perlu memasang standar-standar yang harus dipenuhi

Karena pada akhirnya kitalah yang perlu menurunkan standar

 

Cukup kita menerima seseorang apa adanya, dan berbuat seperti apa kita ingin diperlakukan

Kebaikan perempuan

satu lagi. 

Sumber : disini

kebaikan perempuan adalah juga kewajibannya, yaitu mengalah, mengabdi, dan menerima–menerima dari awal sampai akhir. kebaikan perempuan adalah juga kewajibannya, yang apabila tidak ditunaikan, dirinya sendiri yang akan kekurangan, kesusahan. yang apabila ditunaikan, dirinya sendiri yang akan dicukupkan, dibahagiakan.

Kebaikan laki-laki

Err… Ingin reblog, tapi udah ga pake tumblr lagi

Ijin share ya mbak, sumber disini

kalau kita lihat, di dunia ini ada banyak sekali laki-laki yang baik. laki-laki yang rajin sekali ke masjid dan tekun sekali beribadah. laki-laki yang gigih sekali belajar dan giat sekali bersekolah. laki-laki yang begitu sungguh-sungguh bekerja dan menjemput nafkah. laki-laki yang sangat setia dan taat kepada kedua orang tuanya. laki-laki yang nyaris tidak punya catatan keburukan. kalau beruntung, kebaikan-kebaikan itu berkumpul di satu orang.

kalau kita pikir-pikir dan rasakan, mungkin ada laki-laki baik yang berbuat baik kepada kita (perempuan). menjadi sahabat dan mendengarkan seluruh keluh kesah kita. memberikan semangat setiap hari. mengantarkan kita pulang atau pergi. membelikan makanan saat kita sakit. mengirimi kita berbagai kado. menjadi orang pertama yang panik saat sesuatu tak baik terjadi kepada kita. menjadi yang paling penasaran atas tulisan kita atau karya kita. mungkin ada, laki-laki yang menyayangi kita.

tapi taukah kamu? sesungguhnya kebaikan laki-laki yang bisa terhitung oleh (ayah ibu) seorang perempuan hanyalah satu: melamarnya. kalau ada laki-laki yang mengaku memperjuangkanmu tapi tidak melamarmu, tidak menikahimu, percayalah bahwa perjuangannya belum penuh. sebaliknya, pun begitu. dia yang tidak (belum) berbuat apa-apa tetapi melamarmu, sesungguhnya dia telah melakukan segalanya.

sebab bukanlah perkara kecil bagi seorang laki-laki untuk meminta perempuan dari orang tuanya. tidak dua atau tiga kali dia bergelut dengan dirinya sendiri (terlebih dahulu). ada banyak risiko yang dia putuskan untuk ambil. ada sebongkah tanggung jawab besar yang tiba-tiba diangkatnya sendiri, hendak diletakkannya di pundaknya sendiri.

maka janganlah kita perempuan, yang belum menikah, terhanyut dalam kebaikan-kebaikan yang (masih) semu. maka tak perlu jugalah kalian laki-laki berbuat baik yang semu-semu itu. salah-salah malah ada harapan tidak perlu yang ikut tumbuh. pada suatu titik semua itu tidak penting. semua itu akan kalah dengan dia yang melangkahkan kaki kepada ayah.

maka janganlah kita perempuan, yang sudah menikah, iri dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukan para laki-laki lain kepada pasangannya. apalagi tergoyahkan kesetiannya karena ada laki-laki yang baik kepada kita. semua itu kalah dengan dia yang telah melangkahkan kaki kepada ayah.

karena ada banyak laki-laki baik, tetapi kebaikan laki-laki hanyalah satu.
maka, hitunglah kebaikan yang satu itu–hitung baik-baik. đŸ™‚

Being considerate

Satu hal yang saya rasa menjadi pembelajaran utama selama saya menjadi koas adalah being considerate.

Being considerate over everything

Misalnya nih, mau ngehubungin konsulen (dokter spesialis), mikir dulu yang ngehubungin siapa, lewat apa, berkenan tidak lewat WA, atau lewat sms, atau telp.. Terus mikir lagi kata-kata yang pas dan sopan gimana, kata-kata yang menkode pesan kita untuk dibalas itu gimana, baru deh sent

Terus juga misal lagi jaga, ada pasien, kita pengen banget nanganin pasien itu, tapi mikir dulu enak gak ya minta ke residennya, kapan ya timing yang pas buat minta ijin ke residen, baru deh habis itu bener-bener bilang ke residennya

Terus lagi ini saya lagi di stase forensik, lagi jaga igd pula. Saya jadi inget kemarin pas balik ke jogja naik motor, saya lebih hati-hati daripada biasanya, lebih pertimbangan kalo mau nyalip-nyalip kendaraan. Karena selama saya jaga forensik ternyata banyak banget kasus kecelakaan di jalan, apalagi pengendara motor…

#hikmahstaseforensik